Semua puisi disini adalah original buatan saya sendiri, tolong jangan menyebarluaskan tanpa seizin saya.


1 Bintang



Ku memandang langit
ku melihat bintang yang bersinar
ku petik 1 bintang
ku tulis sebuah harapan
ku kembalikan kelangit
berharap suatu saat
kau dapat melihat 1 bintang
diantara bintang yg bersinar
disitulah sebuah harapan kusimpan
diantara beribu-ribu harapan
akulah harapan yang terbuang



Sendiri Tanpa Mu

Hati ini seakan sepi sejak engkau pergi dan tak kembali
hidup ini hampa dan tak ada artinya lagi
sejak engkau tak lagi bersamaku


Kenapa engkau pergi?
baru saja aku merasakan keindahan bersama mu?
tapi sekarang engkau telah pergi meninggalkanku
untuk selamanya
meninggalkan luka, perih yang mungkin tak terobati


Suaraku, tangisku, dan pintaku
tak akan bisa membuatmu kembali lagi dipelukanku


sekarang tinggal aku sendiri disini tanpamu
tanpa cinta itu dan tanpa senyum itu

Apakah kelak akan ku temukan lagi orang yang seperti dirimu?
yang tulus mencintaiku?
Tanpa luka yang aku rasakan

Ternyata Hatiku Tidak Bisa Berdusta


Meski ku coba melupakan mu
Tetap tak bisa ku menghapusmu
Tulus cintaku telah kuberikan padamu

Ku takan sesali mencintai dirimu
Wanita terindah pernah jadi mimpiku
Tak pernah menyesal mengenal dirimu
Walau Jalan yang kau tempuh tak tertuju padaku

Meskipun kini kau menghindariku
Tapi hatiku tak bisa kupungkiri
Maaf ku terlalu mencintaimu
Ku mencintaimu karena hatiku mencintaimu

Telah terukir dirimu dalam hatiku
Telah terangkai mimpi-mimpiku bersamu
Bila kumiliki dirimu untuk bahagia
Tak ada niatku untuk pernah melukaimu

Tak pernah kupahami rasa ini
Walaupun selalu kuterima lelah dan duka karena menyayangimu
Tapi perihku selalu membuatku bahagia
Biarlah tetap terjaga rasa ini hingga akhir nafasku ini

Friska Yolanda, walaupun kau bukan milikku lagi
dan tak akan pernah jadi milikku lagi
tapi cinta yg dulu pernah kau berikan padaku,
akan kusimpan selamanya
in my heart...



Hanifatunnisa

Hanifatunnisa

Sebaris kata membentuk nama, nama yang kan selalu terukir indah dalam lubuk hatiku…

saat ini.. saat kutulis ungkapan isi hati ini aku fikirkan kamu…

karna yang ada pada dirimu janjikan semua yang kuharapkan selama ini…

haniiii.....

Senyum mu janjikan kehangatan dalam diriku….

Nada suaramu janjikan aku kan lupakan rasa dukaku….

Tutur katamu janjikan sejuta harapan untukku…

hanii…

Aku tak pernah tahu apa arti cinta, kasih, dan sayang…

Karna yang kutahu selama ini…

Cinta adalah perasaan ingin memiliki….

Kasih adalah perasaan ingin memberi….

Sayang adalah perasaan ingin melindungi…

Benarkah itu ???

haniiii.

Bolehkan aku mencintaimu dengan segala kekuranganmu ?

Bolehkan aku mengasihimu dengan sepenuh hatiku ?

Bolehkan aku menyayangimu dengan segala kekuatanku ?

haniiii…

Saat mata mulut ini mulai tak bisa mengeluarkan kata-kata… hanya satu kata yang ingin kuucapkan bahwa….

“aku sayang kamu"



SAHABAT

Sahabat
Dulu kita dapat tertawa bersama
Tak ada hal yang disembunyikan dari tatapan mata kita

Ku tau dirimu
Seperti dirimu mengenal diriku

Kita telah mengukir cerita indah tuk dikenang
Kemarin saat kenangan itu terukir
Hari ini saat kita mengulang ceritanya
Esok ketika kita tersenyum ketika mengenangnya..

Ku tak ingin melihatmu berharap lebih
Karena kau adalah SAHABAT ku
Berbagi tawa
air mata
amarah..


....


Kepergianmu

Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang manangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas


Kekasih

Kekasih…
Laksana cermin dalam resonansi jiwa
Yang menggetarkan palung hati hingga keraga
Dan menghantarkan kehangatan bara
dari bekunya hati sang kelana

kekasih…
kesetiaan agung pada dera kerinduan
laksana pantai menanti ombak dalam pelukan
yang teredam pada dalamnya kebisuan

kekasih…
seperti bunga yang menjaga tingginya kuncup
pucuk-pucuk kasihmu tak juga meredup
mencumbui lautan sukma yang kuyup
dalam serenade desiran angin sayup

kekasih…
karang-karang kesabaran yang tumbuh di lubuk kalbu
meleburkan kebimbangan sang peragu
saat luka kuburkan semburat hasrat perindu
dari kelam kelabu cerita lalu

kekasih…
butiran hujan yang jatuh selayak mutiara
terbungkus rapi dalam kado asa
untuk kau buka jika saatnya tiba
andai mampu kusibak jendela masa

kekasih…
sanjung puji dalam serambi janji
terucap lugas pada paras sejati
demi ikrar atas cinta suci
rekatkan dua hati yang terpatri


Cintai Alammu

Saat ku pandang warna lautanku yang dulu katanya biru
elok bagai hamparan surgawi
tapi kini apa yang ku dapati…
tak biru lagi lautku
tak elok lagi hamparan surgaku
dimanakah warna biru lautku?

saat kupandang hutanku yang dulu katanya berwana hijau
tempat binatang bertahan hidup
tapi kini apa yang kudapati…
tak hijau lagi warna hutanku
tak lebat lagi hutan dambaanku
tak ada lagi binatang dalam damai
kemanakah kini warna hutanku?

apakah pantas generasiku mendengar?
apakah pantas cerita ini terdengar?
ingin ku menangis meratapi kenyataan ini….


Sebuah Nama 

Ada satu nama yang kadang membuat aku merasa bahagia
bangga dengan rasa yang telah dia tebarkan
ada satu nama yang terkadang aku merasakan marah
benci akan warna yang telah dia torehkan

sebuah nama telah memasuki aliran darahku
mengalir ditiap denyut nadiku
turut berdetak bersama denyut jantungku
denyut nafasku dan bayang-bayang langkah kakiku

ada satu nama yang amat sangat ingin ku miliki
walau itu penghias dalam mimpi-mimpi tidurku
ada satu nama yang ingin aku melupakannya
karena warna yang amat sangat aku tidak mengerti untuk menghentikannya

sebuah nama semakin membuat aku bergairah
walaupun kadang aku merasakan ada sebuah kesia-sia’an dalam detak jiwaku
satu nama yang selalu mengusik dan menemani tiap denyut nafasku
akankah harus aku lalui ataukah harus aku jalani dengan hati berseri

sebuah pertanyaan yang amat bodoh
walaupun telah ku coba tuk melepaskan bayangmu
tapi bayangmu semakin dekat menemaniku 


Sahabat

kuingin seperti kapas ada tuk membalut tubuh mu
kuingnin seprti darah mengalir di setiap nadi mu
ku ingin seprti udara mngisi setiap ruang kosong di jiwamu
tapi yang pasti kuingin menjadi sahabatmu
menemani setiap langkah kakimu

karena....

persahabatan itu ibarat tangan dengan mata,
dikala tangan kita sakit dan terluka,
maka mata akan menangis,,dan apabila mata menangis
tanganpun akan menghapuskan air mata. 


Cinta itu Sederhana

Cinta itu Sederhana,
Datang dari hati tapi tak bisa dikatakan oleh bibir,dengannya kita tak harus memiliki.
Garami lebih banyak gairah dan birahi kehidupan,lahirkan kerinduan dan terbangkan pada sarang hati.

Cinta itu sederhana,
Seperti pelangi dilangit yang tercipta setelah datangnya badai hujan yang membasahi kekosongan jiwa.
Memberi ruang dijiwa antara hitam putih didalamnya dan tangkaplah air kehidupan dalam sari-sari asmara 

 
Kekasih Rinduku
wahai malam..........
jangan kau redupkan sinar dihatinya
tuk slalu menjadi cahaya cinta dihatiku
ungkap segala gundah dan resah dalam jiwa
mekarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara

wahai sepi.........
jangan kau sembunyikan cintanya dariku
karna yang kuharap besar sayangnya kepadaku
bangunkan rindu yang resah dalam kalbu
usik lamunan di gelap asa yang tak mengaku

wahai dingin........
jangan kau bekukan kerinduan di antara kami
karna dia slalu hadir dalam mimpi-mimpi
getarkan dawai-dawai cinta dalam hati
nyanyikan desir angin di tiap sudut sepi

wahai kekasih......
berikan aku setangkai kelembutan jiwa
tuk mampu ungkap tirai-tirai asa tersisa
sampaikan ungkap jiwa dalam relung-relung rindu
kepadamu..........
wahai kekasih rinduku...... 


Ku Mendengar

Aku dengar jerit ratapan bocah kecil yang terbuang
yang kehilangan dambaan impian kasih sayang

aku dengar jerit ratapan wanita muda yang terbuang
yang kehilangan mahkota kebanggaan dalam semalam
terbujuk rasa akan nafsu cinta tanpa melihat akan masa

aku dengar jerit ratapan lelaki muda yang terbuang
yang kehilangan harapan hidup akan cita-cita
yang tergambar dalam rasa

aku dengar jerit ratapan ibu tua yang terbuang
yang kehilangan kasih dan sayang dari dambaan tumpuan hati

aku dengar jerit ratapan bapak tua yang terbuang
yang kehilangan harapan tumpuan hidup
tuk hadapi masa yang semakin kelam

aku dengar…..
sungguh aku mendengarnya….
dengar jerit ratapan manusia yang terbuang
yang kehilangan segalanya

tetapi apakah mereka yang disana akan mendengar??
mereka dengar, sungguh mereka dengar
tapi mereka tidak mau mendengarkan!!!



Untukmu Dewi


Begitu banyak wanita didunia ini
Namun hanya kamu yang tak bisa kulupakan
Sungguh aku menginginkanmu kembali
Kembali dalam pelukku, kembali dalam jiwaku


Memang kau pernah menyakitiku
Pernah menghancurkanku, hancurkan jiwaku……
Hancurkan hatiku…..
Sehingga membuatku tak berdaya menahan segala rasa
Namun kau begitu acuhkan diriku, tak pedulikanku


Kini kau bukan milikku lagi
Kadang aku menyesal mengapa ini harus terjadi
Ku tau dari awal kau tak mencintaiku
Namun tau kah kau, aku begitu sangat mencintaimu


Aku tak akan pernah lupa dengan wajahmu yang cantik
Kau begitu sempurna bagiku, namun aku tak sempurna untukmu
Aku akan selalu menunggumu……
Menunggu kau menerimaku kembali
Walaupun ku tau kau tak kan pernah jadi milikku lagi….




Untukmu Dewi bag.2

Aku akan selalu menunggumu
Menunggu kau menerima kembali diriku
Tak peduli apa pun yang terjadi
Meskipun mereka menentang Cintaku

Sadarkah dirimu bila ku mencintaimu?
Apakah kau hanya mempermainkan Cintaku?
Aku memang bukan Pria sempurna untukmu
Tapi aku akan selalu berusaha untuk mendapatkanmu kembali

Suatu saat nanti, bila kau membutuhkanku
Aku akan selalu setia hadir untukMu
Walapun ku tau hari itu tak akan pernah tiba
Aku disini hanya berharap….
Berharap yang tak pasti….!!!


*Keterangan: Nama “Dewi” bukan nama yang sebenarnya
Nama tersebut hanya keterangan dalam puisi ini


Penyesalan

Tawamu adalah tawaku
Candamu adalah candaku
Dan sedihmu juga sedihku….

Tapi ku sadar aku bukan milikku lagi
Dibalik bahagiamu bersamanya,
Ada aku yang terluka

Moga kau bisa hidup bahagia dengannya
Aku hanya Pria bodoh yang hanya bisa menyakitimu
Dan membuatmu menangis


“Waktu terus kulalui, tanpa adanya dirimu disisiku
Tawamu, candamu, senyum manismu, sirna dari pandangan
Ku harap kau tak hadir kembali dalam hidupku
Karena dengan hadirnya kau kembali dalam hidupku
Hanya membuatku kembali teringat akan dirimu”


“Saat kau sedih…
Saat kau membutuhkan seseorang
Maka sebutlah namaku
Aku akan datang padamu
Aku akan melindungiMu dengan segenap jiwaku
Peluklah aku…..
Rasakan hangatnya tubuhku
Dan saat itulah kau akan tau, bahwa aku mencintaimu”